Peranan Kita di Tengah
Pusaran Corona
kompas.com
Terhitung sejak 2 Maret 2020 bumi pertiwi tengah
diredung nestapa. Candaan yang dulunya berkeliaran di sosial media perlahan bungkam
lalu menciut bahkan menghilang, bak menjilat ludah sendiri teringat ledekan yang terlontar serta sikap
pemerintah yang penuh percaya diri.
Tak perlu menyalahkan dan saling mengkambing
hitamkan, yang tengah terjadi biarlah jadikan pelajaran, sungguh penat rasanya
untuk mengelontarkan keluhan serta telah terlanjur menyepelekan. Lantas,
mengapa tidak kita saja saling bergandengan dan berjuang bersama ditengah pusaran corona?.
Dimulai dari diri sendiri
Tumbuhkan self awarenes dan mulai memupuk diri dengan memperkaya literasi,
khususnya perihal corona seperti mengikuti berita terkini terkait corona dalam
negeri, membaca artikel kesehatan perihal apa itu corona, cara pencegahan dan
lain sebagainya, namun janganlah lupa meraup informasi secara teliti dan
hati-hati atau mendelik sumber terpercaya agar tak terjerat informasi miring.
Setelah
memperkaya literasi hal selanjutnya yang tak boleh luput ialah komitmen kepada diri sendiri untuk mengupayakan
serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari misal, cara mencuci tangan serta
memakai masker dengan benar, menjaga etika ketika bersin dan batuk, menghindari
pusat keramaian serta meminimalisir kegiatan di luar.
Pelita bagi orang lain
Menyikapi kepanikan masyarakat, setelah kita
rampung berbenah diri kita dapat membantu dan mengedukasi mereka yang tengah terjebak
diantara gelap gulita, bahkan kurang rasanya jika tak ada bumbu sedap hoax
distiap tragedi. Nah, disini peranan kita ialah sebagai penenang atas keresahan
serta penyambung informasi yang valid bagi masyarakat.
Boleh juga mengabdikan diri menjadi prajurit
terdepan seperti yang tengah digalakkan Mas
Nadiem bersama dengan ribuan pejuang
lainnya dalam memerangi corona karena tenaga medis kini tengah terengah-engah membutuhkan
bantuan.
Membuka open donasi juga baik dilakukan,
mengingat tenaga medis selaku pasukan garda terdepan kekurangan pasokan APD
(Alat Perlindungan Diri) akibat punic buying yang tengah melanda maupun penyemprotan disinfektan oleh Lazismu (Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah) , memberikan hand
sanitizer gratis yang pekan lalu dilakukan oleh prodi Kimia UIN Walisongo Semarang, ataupun menyisihkan rezeki bagi mereka yang menggantungkan
peruntungan di jalan agar fokus di rumah saja.
Be strong, Because things will get better. It may be
strom, but it never rain forever~
Ditulis oleh : Alifa Fadila

Uwahh 😻
BalasHapusTerimakasih telah berkunjung:) jangan lupa share
Hapus